Terasa saat
kita memasuki area parkir Taman Wisata
dan Pemandian Sengkaling. Mobil-mobil dari luar kota dan juga bus-bus yang mengangkut rombongan wisatawan luar kota berjajar memenuhi halaman parkir yang cukup luas. Setelah melewati area parkir, sampailah kita di tempat penjualan tiket masuk seharga Rp 7500,- per-orang. Jalan dari kios tiket sampai pada petugas pemeriksa dibuat berliuk-liuk dengan menggunakan pembatas dari besi putih mengkilat, mungkin dimaksudkan agar pengunjung yang jumlahnya bisa melimpah-ruah pada hari-hari besar dan hari libur tidak berjejal-jejalan.
dan Pemandian Sengkaling. Mobil-mobil dari luar kota dan juga bus-bus yang mengangkut rombongan wisatawan luar kota berjajar memenuhi halaman parkir yang cukup luas. Setelah melewati area parkir, sampailah kita di tempat penjualan tiket masuk seharga Rp 7500,- per-orang. Jalan dari kios tiket sampai pada petugas pemeriksa dibuat berliuk-liuk dengan menggunakan pembatas dari besi putih mengkilat, mungkin dimaksudkan agar pengunjung yang jumlahnya bisa melimpah-ruah pada hari-hari besar dan hari libur tidak berjejal-jejalan.
Jika
berkunjung ke tempat ini pada hari Minggu, maka begitu melewati pintu masuk
akan terdengar dentum bunyi musik dan penyanyi dari arah “Food Center”
yang sudah siap sedia menghibur setiap pengunjung yang datang. Jika melangkah
terus menjauhi bunyi musik dari “Food Center” mulailah terdengar bunyi
kecipak air dan pancuran air serta suara anak-anak yang begitu gembira berenang
dan bermain-main dengan air, itulah salah satu wahana yang disebut dengan
“Pesona Primitif.” Untuk masuk ke wahana ini pengunjung harus membayar lagi
seharga Rp 7500,- per-orang. Di wahana ini sebenarnya yang ditawarkan juga
berupa kolam renang namun dengan sarana permainan yang lebih lengkap. Dirancang
khusus untuk anak-anak usia 12 tahun ke bawah. Ada papan luncur, pancuran air,
yang total semuanya ada tiga kolam. Anak-anak dengan bebas bisa berpindah dari
kolam yang satu ke kolam yang lain. Jumlah pengunjung di wahana ini sangat
padat maka sebaiknya anak-anak anda yang ingin bermain-main di wahana ini tetap
diawasi untuk menghindari kemungkinan yang tidak diharapkan.
Wajah
Pemandian Sengkaling memang banyak sekali mengalami perubahan jika dibandingkan
dengan kondisinya dua puluh tahun yang lalu, serta semakin bersaing dengan
pemandian-pemandian lain yang ada di wilayah Malang Raya. Kalau dulu pengunjung
hanya akan melihat kolam renang, taman, dan sepeda air, maka sekarang puluhan wahana
baru siap sudah tersedia, seperti Kolam Pesona Primitif, Bahtera
Sengkaling, Kolam Pesona Tirta Alam, Kolam Pesona Tirta Sari, Kolam Cumi-cumi,
Wahana Bumper Boat, serta untuk adik-adik kecil juga tersedia beragam Wahana
Permainan seperti Boom-boom Car, Merry Go Round, Kiddy Train, Bumper Boat,
Kiddy Ride, Luncuran dan Kincir Angin. Juga terdapat fasilitas olahraga yaitu Sengkaling
Fitness Center, dan untuk hiburan disediakan Cinema 4D, serta Koleksi
Satwa. Sesuai
dengan slogannya yaitu“Wisata Impian Keluarga” maka Sengkaling memang sebuah
tempat yang sangat cocok untuk dijadikan salah satu alternatif untuk tempat
rekreasi bersama keluarga. Taman Rekreasi Sengkaling, pertama kali didirikan
oleh seorang berkewarganegaraan Belanda yaitu Mr. Coolman pada tahun 1950.
Namun sejak tahun 1975 sampai sekarang, pengelolaan Taman Rekreasi Sengkaling
ini diambil alih oleh PT. Bentoel Group dengan nama PT. Taman Bentoel. Jika
dahulu pada awal beroperasinya Taman Rekreasi Sengkaling ini, hanya
diperuntukkan bagi karyawan PT. Bentoel, maka dalam perkembangannya dan atas
permintaan warga masyarakat, akhirnya tempat ini dibuka untuk umum. Ini
menunjukkan bahwa kehadiran Taman Rekreasi Sengkaling ini memang dikehendaki
dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar