Saat ini
dunia telah menghadapi 3 masalah besar
yaitu pemanasan global, krisis pangan
dan krisis air. Kegita masalah tersebut implikasinya sangat besar terhadap
kelangsungan hidup organism di bumi.
Bidang
pertanian memegang peranan sangat penting ke depan untuk mengatasi masalah
tersebut. Ahli pertanian ditantang untuk merakit tanaman yang mampu menyerap
karbon dalam jumlah besar, tanaman pangan dengan produktifitas tinggi dan
tanaman untuk reboisasi lahan-lahan kritis.
Menghadapi
era perdangan bebas Asean-China tahun 2015, Indonesia membuat target produksi
pertanian 75,5 jt ton gabah kering giling, jagung 29 jt ton. Kedelai 2,7 jt
ton, dan gula 4,8 jt ton.
Untuk
mencapai target tersebut diperlukan kajian yang teruji, tenaga ahli pertanian
terutama Agroteknologi yang kompeten dan professional, disinilah peran program
studi Agroteknologi diperlukan untuk menghasilkan terobosan teknologi dan
menghasilkan lulusan yang kompeten dan professional.
Program
studi Agroteknologi, UMM dengan sarana dan prasarana yang lengkap meliputi
laboratorium (mikrobiologi, biologi molekuler, kultur jaringan tanaman,
teknologi benih, dan computer), kebun percobaan tanaman pangan, buah, sayur dan
tanaman hias, greenhouse dan screenhouse.
Program
studi Agroteknologi diasuh staf pengajar bergelar Guru Besar 5%, Doktor 45%,
kandidat Doktor 37% dan Master 13%, yang berpengalaman dalam bidang teknologi
dan budidaya pertanian baik tanaman hias, sayur, buah, tanaman perkebunan,
tanaman obat, tanaman serat dan lain-lain. Fasilitas perkuliahan didukung
peralatan canggih seperti LCD, Proyektor dan Kamera CCTV sehingga proses
pembelajaran menarik dan tidak membosankan.
Program
studi Agroteknologi dengan sarana dan prasarana yang dimiliki serta didukung
oleh suasana kampus putih yang megah sangat ideal untuk menghasilkan sarjana
bidang agroteknologi yang professional, berakhlak mulia, menguasai dan mampu
mengembangkan IPTEKS sesuai perkembangan zaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar